Berita Desa

Transformasi Desa Tabongo Timur: Dari Desa Binaan Menuju Learning Center Agroindustri Sacha Inchi

TABONGO TIMUR, GORONTALO – Desa Tabongo Timur terus memperkuat komitmennya untuk menjadi pusat pembelajaran (learning center) dalam pengembangan komoditas Sacha Inchi di Kabupaten Gorontalo. Tidak hanya berfokus pada budidaya tanaman, pemerintah desa bersama masyarakat kini bergerak maju dengan mengolah Sacha Inchi menjadi beragam produk pangan bernilai tambah tinggi yang berpotensi mendorong perekonomian lokal.

Langkah nyata ini diwujudkan melalui Pelatihan Pengolahan dan Pemanfaatan Sacha Inchi yang diselenggarakan di Aula Kantor Desa Tabongo Timur pada Kamis (3/9/2026). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara mahasiswa KKN Tematik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Tahun 2026 dan Pemerintah Desa Tabongo Timur.

Melalui pelatihan ini, masyarakat diajak memandang Sacha Inchi dari perspektif yang lebih luas—bukan sekadar tanaman pertanian, melainkan komoditas yang memiliki potensi ekonomi besar apabila dikembangkan secara kreatif melalui diversifikasi produk.

Inovasi Produk: Dari Kuliner Hingga Peternakan

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Tematik UNG memperkenalkan tiga inovasi utama dari pemanfaatan seluruh bagian tanaman Sacha Inchi:

  1. Gula Soba Sacha Inchi

    Inovasi olahan pangan ini memanfaatkan biji kacang Sacha Inchi sebagai bahan alternatif menggantikan kacang tanah. Dengan cara ini, petani tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah, tetapi mampu mengolahnya menjadi makanan siap konsumsi bernilai jual lebih tinggi.

  2. Teh Matik Sacha Sinci

    Pemanfaatan Sacha Inchi dilakukan secara menyeluruh (zero waste concept). Cangkang Sacha Inchi yang sebelumnya dianggap limbah tak terpakai, kini disulap menjadi produk minuman teh dalam kemasan yang unik dan menyehatkan.

  3. Pakan Ayam untuk Produksi Telur Omega 3

    Pengembangan rantai nilai Sacha Inchi juga merambah sektor peternakan. Minyak Sacha Inchi dimanfaatkan sebagai campuran pakan ayam yang diformulasikan khusus untuk mendukung produksi Telur Omega 3.

Membangun Rantai Nilai Berbasis Masyarakat

Pengembangan komoditas unggulan desa membutuhkan pendekatan ekosistem yang utuh, mulai dari budidaya, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran.

Keterlibatan aktif kelompok perempuan dan pemuda desa menjadi kunci utama. Mereka dibekali keterampilan teknis agar mampu mengelola bahan baku lokal menjadi produk bernilai tambah secara mandiri dan berkelanjutan.

Dalam konteks ini, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa memegang peranan penting. UNG hadir membawa inovasi dan transfer pengetahuan berbasis riset, sementara Pemerintah Desa Tabongo Timur bertindak sebagai fasilitator pemberdayaan masyarakat.

Menuju Learning Center Agroindustri Berkelanjutan

Pengalaman dan keberhasilan yang dirintis selama beberapa tahun terakhir makin mempertegas posisi Desa Tabongo Timur sebagai ruang belajar (learning center) agroindustri Sacha Inchi berbasis masyarakat di Gorontalo.

Desa Tabongo Timur secara perlahan bertransformasi dari status desa binaan menjadi desa pembelajaran mandiri. Ke depan, desa ini diharapkan tidak hanya dikenal sebagai pusat budidaya Sacha Inchi, tetapi juga menjadi rujukan utama bagi masyarakat, mahasiswa, maupun desa-desa lain yang ingin belajar membangun ekonomi desa berbasis potensi lokal.

Beri Komentar

CAPTCHA Image