Berita Desa

Capaian SDGs Desa Tabongo Timur Tahun 2026 Menjadi Dasar Penguatan Pembangunan Desa

TABONGO TIMUR — Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Tabongo Timur melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) tentang Pemutakhiran Sustainable Development Goals (SDGs) Desa Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya evaluasi dan pembaruan data sekaligus mengidentifikasi perkembangan pembangunan berkelanjutan di Desa Tabongo Timur, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tabongo, Wakapolsek Batudaa, Kepala Desa Tabongo Timur beserta jajaran perangkat desa, Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa, Koperasi Desa Merah Putih, tokoh masyarakat, Linmas, kader, PKK, SUB/PPKBD, Ketua dan Anggota BPD, keterwakilan perempuan, guru PAUD, serta masyarakat yang merupakan perwakilan dari masing-masing dusun.

Musyawarah desa diawali dengan pengantar dari Kepala Desa Tabongo Timur. Dalam pengantarnya, Kepala Desa menyampaikan pentingnya pemutakhiran data SDGs Desa sebagai dasar untuk mengetahui perkembangan pembangunan sekaligus menjadi bahan evaluasi terhadap berbagai program yang telah dilaksanakan. Data tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah desa dalam mengidentifikasi kebutuhan masyarakat dan menentukan arah pembangunan selanjutnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Sekcam Tabongo. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, lembaga desa, pendamping, kader, dan seluruh unsur masyarakat dalam mendukung proses pemutakhiran data SDGs Desa. Data yang akurat dan diperbarui secara berkala menjadi salah satu landasan penting dalam menyusun perencanaan pembangunan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Memasuki agenda berikutnya, Sekretaris Desa (Sekdes) Tabongo Timur memaparkan hasil dan perkembangan capaian SDGs Desa Tahun 2026. Berdasarkan data yang dipaparkan, capaian SDGs Desa Tabongo Timur secara keseluruhan tercatat sebesar 47,93 persen.

Dari hasil pemaparan tersebut, terlihat bahwa capaian pada 17 tujuan pembangunan berkelanjutan menunjukkan perkembangan yang beragam. Sejumlah indikator telah mencatat capaian tinggi, sementara beberapa indikator lainnya masih membutuhkan perhatian dan tindak lanjut.

Pada tujuan ke-7, yaitu Energi Bersih dan Terjangkau, capaian tercatat sebesar 98,22 persen. Selanjutnya, tujuan ke-16, yaitu Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, mencapai 90,57 persen. Capaian tersebut antara lain berkaitan dengan akses energi, kualitas pelayanan pemerintahan desa, keterbukaan informasi, dan penyelenggaraan tata kelola pemerintahan.

Di bidang kesehatan, tujuan ke-3, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera, mencatat capaian 74,70 persen. Sementara itu, tujuan ke-5 tentang Kesetaraan Gender mencapai 57,35 persen. Data tersebut juga mencatat median usia kawin pertama perempuan sebesar 19 tahun serta tidak adanya kasus kekerasan terhadap anak perempuan yang tercatat.

Pada sektor pendidikan, tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas mencatat capaian 46,14 persen. Beberapa indikator yang masih menjadi perhatian meliputi angka partisipasi pendidikan pada jenjang SD, SMP, dan SMA serta rata-rata lama sekolah penduduk yang tercatat sebesar 6,57 tahun.

Sementara itu, pada tujuan ke-6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak, capaian tercatat sebesar 46,99 persen. Akses air minum layak mencapai 95,34 persen, sedangkan akses sanitasi layak tercatat sebesar 33,68 persen. Adapun tujuan ke-11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan mencatat capaian 28,87 persen. Salah satu indikator yang masih memerlukan perhatian adalah pengelolaan sampah rumah tangga.

Pada bidang ekonomi, tujuan ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi mencatat capaian 32,78 persen. Data menunjukkan bahwa pekerja sektor formal tercatat sebesar 17,38 persen, sedangkan angkatan kerja baru yang mendapatkan pelatihan mencapai 6,99 persen.

Selain itu, tujuan ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta tujuan ke-13 tentang Penanganan Perubahan Iklim masing-masing mencatat capaian 0 persen. Kedua tujuan tersebut menjadi bagian dari indikator yang memerlukan perhatian lebih lanjut, baik dari sisi pendataan maupun upaya pemenuhan indikator pembangunan.

Pemaparan capaian tersebut menjadi salah satu materi penting dalam Musyawarah Desa Pemutakhiran SDGs Tahun 2026. Melalui forum ini, data yang tersedia dapat dibahas bersama sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui kondisi aktual desa serta mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang perlu menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan.

Pelaksanaan Musdes ini juga menjadi wadah bagi berbagai unsur masyarakat untuk terlibat dalam proses pembangunan desa. Keterlibatan lembaga desa, pendamping, kader, tokoh masyarakat, perempuan, dan perwakilan setiap dusun diharapkan dapat mendukung proses pemutakhiran data yang lebih menyeluruh.

Melalui pemutakhiran SDGs Desa Tahun 2026, Pemerintah Desa Tabongo Timur bersama BPD diharapkan dapat menjadikan hasil evaluasi tersebut sebagai salah satu acuan dalam merumuskan program dan kegiatan pembangunan yang lebih terarah, terukur, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Musyawarah Desa Pemutakhiran SDGs Tahun 2026 menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat kualitas data dan mendukung perencanaan pembangunan Desa Tabongo Timur yang berkelanjutan.

Beri Komentar

CAPTCHA Image