Tabongo Timur – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan Universitas Gorontalo (UNG) Tahun 2026 menggelar Seminar Awal Pemaparan Program Kerja di Aula Kantor Desa Tabongo Timur sebagai langkah awal pelaksanaan pengabdian selama 45 hari di desa tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh Pemerintah Desa Tabongo Timur, Kepala Puskesmas Tabongo, BUMDes, TP PKK, PPKBD/Sub PPKBD, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta seluruh mahasiswa KKN.
Koordinator Desa (Kordes) KKN Profesi Kesehatan UNG, Irsyad, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Desa Tabongo Timur beserta seluruh masyarakat yang telah menerima dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melaksanakan KKN selama 45 hari.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa Tabongo Timur yang telah mengizinkan kami melaksanakan KKN di desa ini. Melalui seminar awal ini, kami berharap seluruh program kerja yang akan kami jalankan dapat memperoleh masukan serta dukungan dari seluruh pihak sehingga pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Irsyad.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Tabongo, Fatmawaty, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa dan mahasiswa KKN yang telah mengundang pihak puskesmas dalam Seminar Awal Pemaparan Program Kerja. Sebagai penanggung jawab pelayanan kesehatan di wilayah Kecamatan Tabongo, dirinya berharap seluruh program yang telah direncanakan mampu mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
"Kami mengucapkan terima kasih atas undangan dalam kegiatan ini. Semoga mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Gorontalo dapat menjalankan seluruh rangkaian pengabdian dengan baik, diberikan kesehatan, kelancaran, dan kesuksesan selama berada di Desa Tabongo Timur," tuturnya.
Kepala Desa Tabongo Timur, Hariyanto N. Ismail, dalam sambutannya menjelaskan bahwa pelaksanaan seminar awal ini merupakan hasil dari koordinasi dan rapat persiapan yang telah dilakukan bersama Pemerintah Desa, BUMDes, TP PKK, PPKBD/Sub PPKBD, serta kader kesehatan.
Menurutnya, sebelum menyusun program kerja, mahasiswa telah melaksanakan observasi di lapangan sehingga program yang dipaparkan benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
"Kesehatan merupakan persoalan yang sangat penting dan menjadi prioritas. Kita harus bersama-sama mencegah terjadinya ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK) maupun kehamilan risiko tinggi (Resti). Selain itu, penanganan dan pencegahan stunting juga menjadi perhatian utama yang harus terus kita lakukan secara kolaboratif," ungkap Hariyanto.
Pada kesempatan tersebut, Koordinator Desa Irsyad mewakili Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Gorontalo memaparkan berbagai program kerja yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. Program-program tersebut berfokus pada peningkatan kesehatan ibu dan anak melalui pendekatan "Ibu Gelis" dan "Ayah Sigap", yang bertujuan meningkatkan kepedulian keluarga terhadap kesehatan ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, serta memperkuat peran ayah dalam mendukung kesehatan keluarga.
Usai pemaparan program kerja, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama seluruh peserta seminar. Berbagai saran, masukan, serta usulan disampaikan oleh Pemerintah Desa, pihak Puskesmas, kader kesehatan, dan peserta lainnya guna menyempurnakan pelaksanaan program KKN agar lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Tabongo Timur.
Melalui Seminar Awal ini diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara mahasiswa, Pemerintah Desa, Puskesmas, serta seluruh elemen masyarakat sehingga seluruh program KKN Profesi Kesehatan Universitas Gorontalo Tahun 2026 dapat terlaksana secara optimal dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Desa Tabongo Timur.