Tabongo Timur – Pemerintah Desa Tabongo Timur melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting sebagai bagian dari upaya percepatan pencegahan dan penurunan stunting di tingkat desa. Kegiatan ini berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan guna menyusun prioritas program yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Rembuk Stunting dihadiri oleh Camat Tabongo, Kepala Puskesmas Tabongo, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, Kepala Desa beserta Perangkat Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Tim Penggerak PKK, tokoh masyarakat, tenaga pendidik, tokoh agama, kader kesehatan, serta PPKBD/Sub PPKBD.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Camat Tabongo yang menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting. Dalam sambutannya, Camat mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama berkomitmen menyusun program yang tepat sasaran demi meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Desa Tabongo Timur.
Setelah memberikan sambutan, Camat Tabongo secara resmi membuka kegiatan Rembuk Stunting. Pembukaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan desa yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting.
Selanjutnya, Kader Pembangunan Manusia (KPM) memaparkan hasil analisis konvergensi stunting di Desa Tabongo Timur. Berdasarkan hasil pengukuran, tingkat konvergensi stunting mencapai 98,03%, yang menunjukkan bahwa pelaksanaan intervensi lintas sektor dalam mendukung percepatan penurunan stunting telah berjalan dengan sangat baik. Meski demikian, berbagai upaya peningkatan kualitas layanan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat tetap perlu terus dilakukan agar hasil tersebut dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.
Pada sesi berikutnya, Kepala Puskesmas Tabongo menyampaikan materi mengenai pelaksanaan Rembuk Stunting. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, pencegahan faktor risiko stunting, serta pentingnya koordinasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung program percepatan penurunan stunting.
Setelah penyampaian materi, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok diskusi untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan serta merumuskan solusi dan program prioritas sesuai kebutuhan masyarakat Desa Tabongo Timur. Diskusi berlangsung aktif dengan melibatkan seluruh unsur peserta sehingga menghasilkan berbagai masukan yang konstruktif.
Melalui musyawarah kelompok, kegiatan Rembuk Stunting berhasil menyepakati 13 daftar usulan prioritas yang akan menjadi dasar penyusunan rencana kegiatan dan penganggaran desa dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Usulan-usulan tersebut diharapkan dapat diintegrasikan ke dalam dokumen perencanaan desa sehingga pelaksanaannya lebih terarah, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kepala Desa Tabongo Timur menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Melalui semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan berbagai program yang telah disepakati mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mewujudkan generasi Desa Tabongo Timur yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.