Berita Desa

Penarikan Mahasiswa KKN-T II UNG Tahun 2026 Resmi Ditutup Kades Tabongo Timur dengan Penuh Air Mata

TABONGO TIMUR — Suasana haru menyelimuti acara penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) II Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Tahun 2026 di Desa Tabongo Timur, Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo. Momen perpisahan yang menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa ini berlangsung penuh kehangatan dan diwarnai air mata.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Tabongo Timur, Hariyanto N. Ismail, Sekretaris Desa, para dosen pembimbing lapangan (DPL), yakni Dr. Yuzda dan Dr. Najwa, serta jajaran Pemerintah Desa dan pengelola BUMDes Sinar Usaha. Kedua DPL turut mendampingi sekaligus menjemput mahasiswa dalam rangkaian kegiatan penarikan tersebut.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Tabongo Timur, Hariyanto N. Ismail, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh mahasiswa KKN-T II UNG atas dedikasi, kerja keras, serta kontribusi mereka selama melaksanakan pengabdian di Desa Tabongo Timur.

Dengan penuh haru, Kepala Desa secara resmi menutup kegiatan KKN-T II UNG Tahun 2026. Suasana emosional semakin terasa ketika ia menyampaikan pesan perpisahan kepada para mahasiswa yang selama ini telah menjadi bagian dari keluarga besar Desa Tabongo Timur. Air mata yang mengiringi momen tersebut menjadi gambaran kedekatan emosional yang terjalin selama masa pengabdian.

Selama berada di Desa Tabongo Timur, mahasiswa KKN-T II UNG telah melaksanakan berbagai program kerja yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi desa, serta pengolahan dan hilirisasi tanaman Sacha Inchi. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendorong inovasi dan meningkatkan nilai tambah potensi lokal desa.

Sementara itu, Sekretaris Desa Tabongo Timur dalam sambutannya menyampaikan ungkapan yang menggambarkan perasaan seluruh pihak atas berakhirnya masa pengabdian mahasiswa.

"Ini adalah akhir yang ditunggu-tunggu, tetapi bukan berarti berakhir pula hubungan kekeluargaan kita. Justru ini menjadi awal bagi kita untuk terus menjalin tali silaturahmi yang baik. Terima kasih atas kebersamaan, kerja sama, dan segala kontribusi yang telah diberikan selama berada di Desa Tabongo Timur," ungkapnya.

Ia juga berharap agar hubungan baik yang telah terjalin antara mahasiswa, dosen pembimbing lapangan, dan Pemerintah Desa Tabongo Timur dapat terus dipertahankan, meskipun kegiatan KKN secara resmi telah berakhir.

Pada kesempatan yang sama, Direktur BUMDes Sinar Usaha Desa Tabongo Timur turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mahasiswa KKN-T II UNG beserta dosen pembimbing lapangan atas kerja sama yang telah terbangun selama pelaksanaan program pengabdian.

Ia mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dalam mendukung pengembangan potensi lokal, khususnya dalam rangka hilirisasi tanaman Sacha Inchi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi BUMDes dan masyarakat, terutama dalam mengembangkan produk olahan Sacha Inchi yang memiliki nilai tambah.

Menurutnya, kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan BUMDes merupakan bagian penting dalam mendorong inovasi serta memperkuat pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal.

Kehadiran para dosen pembimbing lapangan, Dr. Yuzda dan Dr. Najwa, dalam kegiatan penarikan tersebut juga menjadi bagian penting dari rangkaian akhir pengabdian mahasiswa. Pendampingan dan keterlibatan keduanya mencerminkan sinergi antara pihak universitas dan pemerintah desa dalam menyukseskan program KKN-T II UNG Tahun 2026.

Acara penarikan ditutup dengan suasana penuh keakraban dan haru. Momen kebersamaan, ungkapan terima kasih, serta perpisahan menjadi kenangan tersendiri bagi mahasiswa maupun masyarakat Desa Tabongo Timur.

Bagi Pemerintah Desa Tabongo Timur, berakhirnya KKN bukanlah akhir dari hubungan yang telah terjalin. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi awal bagi terbangunnya silaturahmi dan kerja sama yang lebih luas antara Desa Tabongo Timur dan Universitas Negeri Gorontalo, khususnya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan hilirisasi Sacha Inchi.

Perpisahan ini mungkin mengakhiri masa pengabdian, tetapi semangat kolaborasi, persaudaraan, dan silaturahmi yang telah terbangun di Desa Tabongo Timur diharapkan terus berlanjut.

Beri Komentar

CAPTCHA Image