Tabongo – Pemerintah Desa Tabongo Timur menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dalam pelaksanaan program Penguatan Desa Agroedukasi Sacha Inchi Berbasis Pemberdayaan Remaja dan Perempuan sebagai Strategi Pencegahan Pernikahan Dini. Komitmen tersebut dituangkan dalam surat pernyataan kesediaan kerja sama yang ditandatangani pada 6 Maret 2026 di Gorontalo.
Surat tersebut diajukan oleh ketua kelompok pengusul program, Meyiska Naysila Nadine, mahasiswa dari Universitas Negeri Gorontalo yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan Elementer TV PGSD FIP UNG yang terdiri dari 10 Orang (Meyiska Naysilla Nadine, Yelvina Kamasaan, Miftania Anjani Balu, Nerfan abdullah, Nurul Hidayah, Siti Agnia Magfira, Suci Ramadhani, Muh. Raihan duladi, Gilang Lasulika). Program ini merupakan bagian dari kegiatan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang bertujuan memberdayakan masyarakat melalui kegiatan pengabdian berbasis potensi desa.
Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa program akan berfokus pada pengembangan agroedukasi tanaman Sacha Inchi, sekaligus melibatkan remaja dan perempuan desa sebagai motor penggerak kegiatan. Selain meningkatkan keterampilan masyarakat dalam bidang pertanian dan pengolahan hasil tanaman, program ini juga diharapkan mampu memberikan edukasi sosial untuk mencegah pernikahan dini di lingkungan desa.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari dosen pendamping, yakni Dr. Samsi Pomalingo, yang turut menandatangani dokumen kerja sama tersebut. Dukungan pemerintah desa menunjukkan komitmen bersama dalam mengembangkan potensi lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Jika subproposal program ini lolos seleksi dan memperoleh pendanaan, tim mahasiswa bersama pemerintah desa akan melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan mempererat kerja sama serta mengembangkan hasil-hasil kegiatan untuk kemajuan desa.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa ini, diharapkan Desa Tabongo Timur Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo dapat menjadi contoh pengembangan desa berbasis edukasi pertanian dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.